Menurut Kantor Berita ABNA, Jalil Koohpayehzadeh, Kamis (25/2/2021) mengatakan,"Vaksin Razi Cov-Pars akan dipasarkan sesuai standar hingga pertengahan musim panas tahun ini."
"Fase pertama dan kedua uji klinis vaksin ini terhadap manusia akan berlangsung selama empat bulan dan setelah berakhirnya fase ketiga, keampuhannya akan teruji secara ilmiah," tambah Koohpayehzadeh.
Ia menambahkan, "Vaksin rekombinan yang menggunakan teknologi canggih ini, telah mencapai tingkat kesuksesan tinggi dalam tahap laboratorium dan uji terhadap hewan, bahkan lebih tinggi dari yang diharapkan para peneliti".
Vaksin Razi Cov-Pars merupakan vaksin suntik dan hirup Corona yang diresmikan, Senin pekan lalu di Institut Riset Vaksin dan Serum Razi di kota Karaj.
Vaksin ini diproduksi oleh Institut Riset Vaksin dan Serum Razi sesuai dengan instruksi dan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Institut Razi menggunakan metode vaksin protein rekombinan yang tercatat sebagai metode paling aman untuk memproduksi vaksin ini.
Uji klinis pertama vaksin COVIran Barekat terhadap manusia dilakukan 29 Desember 2020. Pada uji klinis tersebut tiga relawan bersedia disuntik vaksin buatan Iran ini.
Keberhasilan ahli dan dokter Iran memproduksi vaksin Corona mendapat sambutan dan pujian dari komunitas dokter dunia. (MF)
342/