Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Peneliti Uji Klinis Vaksin Iran Razi Cov-Pars Saeed Kalantari mengatakan, empat relawan telah disuntik vaksin Razi Cov-Pars pada hari Kamis (4/3/2021), dan jumlah relawan yang menerima vaksin ini mencapai 10 orang.
"Tiga relawan lainnya akan menerima vaksin pada Sabtu (besok)," tambahnya.
Razi Cov-Pars merupakan vaksin suntik protein rekombinan untuk melawan Covid-19. Vaksin ini diproduksi menggunakan bioteknologi oleh para ilmuwan di Institut Riset Vaksin dan Serum Razi, dan telah mendapat izin uji klinis pada manusia.
Republik Islam Iran telah meluncurkan vaksin Virus Corona kedua bernama "Razi Cov-Pars" pada Minggu, 7 Februari 2021 dan telah mulai memasuki uji klinis.
Tahap awal pengujian vaksin Razi Cov-Pars pada manusia telah dimulai pada hari Minggu, 28 Februari 2021. Penyuntikan vaksin yang dibuat perusahaan dalam negeri ini dilakukan di Rumah Sakit Rasoul Akram di Tehran.
Kepala Institut Riset Vaksin dan Serum Razi, Ali Eshaqi meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh lembaga ini tidak akan memiliki efek samping.
Dia menekankan bahwa Institut Razi --setelah 96 tahun aktivitas dalam memproduksi vaksin di bawah protokol ilmiah-- tidak merugikan masyarakat.
Eshaqi menuturkan, upaya pembuatan vaksin COVID-19 sudah dimulai pada Maret 2020, dan izin klinis vaksin ini sudah diberikan pada 16 Januari 2021.
Rusia dan Iran juga telah menandatangani kesepakatan untuk meluncurkan produksi bersama untuk Sputnik V di Iran sehingga negara-negara terdekat dapat memiliki akses yang lebih mudah ke pasokan vaksin. (RA)
342/